Kamis, 12 Februari 2009
Nikmati Proses Ikhtiarmu
Saudaraku yang baik, ketahuilah, syetan itu berupaya menghancurkan amal kita pada tiga bagian, yakni sebelum, sedang, dan sesudah. Sebelum beramal ditipu olehnya supaya kita mengurungkan niat untuk beramal. Ketika sedang beramal, ditipu olehnya supaya amal kita tidak sempurna. Ketika sudah beramal pun, ditipu olehnya supaya kita riya dan ujub, ingin amal itu dilihat dan dipuji orang.
Hendaknya kita amat waspada menghadapi tipuan-tipuan syetan semacam ini. Kita harus menjaga sekuat-kuatnya ketiga moment amal tersebut. Dan kuncinya adalah sempurnakan ikhtiar baik saat berniat, saat melakukan, maupun saat amal itu selesai ditunaikan.
Manakala terdengar adzan dikumandangkan dari masjid, waspadalah syetan akan segera menasehati, “Tunggulah barang sebentar lagi sampai adzan selesai. Lagi pula di masjid itu telah biasa tadarus Al-quran dulu sebelum qomat.” Segera tepiskan bisikan itu dan pergilah ke masjid! Atau segeralah solat. Karena, boleh jadi umur kita akan berakhir begitu adzan selesai. Kalau tidak segera shalat, bahaya. Bisa-bisa kita su'ul khatimah.
Ketika sampai di masjid, waspadalah syetan akan kembali menasehati,”Duduknya dekat pilar saja supaya bisa bersandar kalau mengantuk.” tidak! Shaf pertama adalah shaf yang paling utama (bagi laki). Kejar dan sempurnakan ikhtiar kita!
Ketika usai mendirikan shalat, waspadalah pula syetan tak akan lelah untuk menasehati. Mungkin kali ini dengan mengutip guyonan teman, "Ayo, jangan sampai telat dua kali. Kalau datang telat, maka pulangnya jangan sampai telat juga." Tidak! Lawan! Terjanglah godaan itu dengan cara menyempurnakan shalat kita dengan wirid, dzikir, doa, dan shalat sunnah ba'diyah (kalau ada).
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna. (QS. Al Mu'minuun (23): 1-3)"
Manakala melihat orang-orang lain bergegas keluar dari masjid begitu usai shalat, hati-hati. Syetan tak akan sungkan membisiki hati, dengan perasaan ujub dan takabur. Hati pun serta merta akan menggerundel. "Lihat orang-orang itu benar-benar tergoda oleh syetan. Mungkin, imannya lagi lemah."Ini meremehkan orang lain. Justeru kita ternyata yang terjebak oleh tipu daya syetan.
Pendek kata, peliharalah agar kita tidak menjadi riya, dan sombong dengan amal-amal kita. Caranya dengan menikmati ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amalan kita.
Tampaknya amalan-amalan yang demikianlah yang akan membuat Allah mengaruniakan ilmu lanjutan, yakni ilmu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ini hikmah lain dari ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amal. Karena. "Barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya dengan sebaik-baiknya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang lain yang belum diketahuinya."
Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-mal kita.
Diambil dari : http://www.cybermq.com/index.php?kolom/detail/2/470/kolom-470.html
ada editan dikit..
Taujih LQ ku minggu ni..
Hendaknya kita amat waspada menghadapi tipuan-tipuan syetan semacam ini. Kita harus menjaga sekuat-kuatnya ketiga moment amal tersebut. Dan kuncinya adalah sempurnakan ikhtiar baik saat berniat, saat melakukan, maupun saat amal itu selesai ditunaikan.
Manakala terdengar adzan dikumandangkan dari masjid, waspadalah syetan akan segera menasehati, “Tunggulah barang sebentar lagi sampai adzan selesai. Lagi pula di masjid itu telah biasa tadarus Al-quran dulu sebelum qomat.” Segera tepiskan bisikan itu dan pergilah ke masjid! Atau segeralah solat. Karena, boleh jadi umur kita akan berakhir begitu adzan selesai. Kalau tidak segera shalat, bahaya. Bisa-bisa kita su'ul khatimah.
Ketika sampai di masjid, waspadalah syetan akan kembali menasehati,”Duduknya dekat pilar saja supaya bisa bersandar kalau mengantuk.” tidak! Shaf pertama adalah shaf yang paling utama (bagi laki). Kejar dan sempurnakan ikhtiar kita!
Ketika usai mendirikan shalat, waspadalah pula syetan tak akan lelah untuk menasehati. Mungkin kali ini dengan mengutip guyonan teman, "Ayo, jangan sampai telat dua kali. Kalau datang telat, maka pulangnya jangan sampai telat juga." Tidak! Lawan! Terjanglah godaan itu dengan cara menyempurnakan shalat kita dengan wirid, dzikir, doa, dan shalat sunnah ba'diyah (kalau ada).
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna. (QS. Al Mu'minuun (23): 1-3)"
Manakala melihat orang-orang lain bergegas keluar dari masjid begitu usai shalat, hati-hati. Syetan tak akan sungkan membisiki hati, dengan perasaan ujub dan takabur. Hati pun serta merta akan menggerundel. "Lihat orang-orang itu benar-benar tergoda oleh syetan. Mungkin, imannya lagi lemah."Ini meremehkan orang lain. Justeru kita ternyata yang terjebak oleh tipu daya syetan.
Pendek kata, peliharalah agar kita tidak menjadi riya, dan sombong dengan amal-amal kita. Caranya dengan menikmati ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amalan kita.
Tampaknya amalan-amalan yang demikianlah yang akan membuat Allah mengaruniakan ilmu lanjutan, yakni ilmu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ini hikmah lain dari ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amal. Karena. "Barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya dengan sebaik-baiknya, niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang lain yang belum diketahuinya."
Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-mal kita.
Diambil dari : http://www.cybermq.com/index.php?kolom/detail/2/470/kolom-470.html
ada editan dikit..
Taujih LQ ku minggu ni..
Senin, 02 Februari 2009
huhhh.. lama betul tak uP date
assalamualaikum wr wb
maaf kawan-kawan, lame saya tak posting.. agak sedikit sibuk.. rindu juga nih..
tapi kali ini hanya ingin menyapa blog ku yg bersedih ini yg gk ku samperin.. hehe ternyata dia ingin belaian ku juga ( wekkk-- gaya ku)
sebenarnya ingin juga sedikit menggoreskan ketikan ttg perasaan hatiku di blog ni..
suasana hati yang mendung, cerah, hujan, setidaknya blog ku ini merasakannya juga..
tp gak segitunya lah, krna biar dia merasakan ke indahan dalam hati ku ini saja .. agar dia tetap tersenyum dan tertawa.. soal apapun yg terjadi dalam diriku ini, biar lah sang penggenggam hati yg mengetahuinya.. aku lebih nyaman dan tenang jika ku serahkan semua pada-Nya.. krna Ia lah yg maha mengetahui dan maha penolong..
ya begitu deh.. :)
ok dah.. blog dan kawan2 yg kusayangi.. sabar ya, aku akn memposting artikel besok ( besok besok maksdunya :P ) bye for now ..
wassalamualaiku wr wb
maaf kawan-kawan, lame saya tak posting.. agak sedikit sibuk.. rindu juga nih..
tapi kali ini hanya ingin menyapa blog ku yg bersedih ini yg gk ku samperin.. hehe ternyata dia ingin belaian ku juga ( wekkk-- gaya ku)
sebenarnya ingin juga sedikit menggoreskan ketikan ttg perasaan hatiku di blog ni..
suasana hati yang mendung, cerah, hujan, setidaknya blog ku ini merasakannya juga..
tp gak segitunya lah, krna biar dia merasakan ke indahan dalam hati ku ini saja .. agar dia tetap tersenyum dan tertawa.. soal apapun yg terjadi dalam diriku ini, biar lah sang penggenggam hati yg mengetahuinya.. aku lebih nyaman dan tenang jika ku serahkan semua pada-Nya.. krna Ia lah yg maha mengetahui dan maha penolong..
ya begitu deh.. :)
ok dah.. blog dan kawan2 yg kusayangi.. sabar ya, aku akn memposting artikel besok ( besok besok maksdunya :P ) bye for now ..
wassalamualaiku wr wb
Langganan:
Postingan (Atom)